Generasi Cinta Budaya

Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan. Bahkan tak memungkiri jika di setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Keragaman budaya Indonesia sendiri tak lepas dari peranan masyarakatnya.  Maka kita sebagai generasi penerus bangsa diharapkan untuk melestarikan dan menjaga kebudayaan kita sendiri.

Berbicara soal kebudayaan, apa sih pengertian kebudayaan itu?

Menurut Wikipedia budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sangsekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari budi atau akal, dan dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.
Sementara itu definisi dari budaya itu sendiri adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Di masa yang sekarang ini, para generasi penerus justru lebih tertarik dengan budaya barat ketimbang budaya Bangsa Indonesia sendiri. Padahal kita sudah sepantasnya bangga dengan kebudayaan kita yang begitu beragam dan itu adalah sebuah anugerah yang luar biasa.

Kebanyakan generasi muda memandang rendah budaya daerahnya, mereka lebih senang dengan budaya-budaya yang tidak sesuai dengan budaya mereka sendiri. Padahal jika kita telusuri kebudayaan Indonesia banyak sekali yang menarik, dan apa salahnya jika di waktu luang kita mempelajari budaya kita masing-masing?

Misalnya saja nih ya, kalian anak-anak muda yang suka dengan musik. Bayangkan jika kalian bisa menguasai berbagai alat musik daerah, seperti angklung misalnya, menurut saya pribadi sih, angklung mempunyai bunyi yang unik dan apabila dimasukan ke dalam musik modern justru akan memperindah musik tersebut.

Terus juga, terian tradisional. Hayo yang katanya suka nari mana? Tari modern emang keren, iya, aku juga suka banget tari modern, tapi coba deh kalian yang suka nari kreasikan tarian kalian dengan berbagai tarian tradisional Indonesia, beuh pasti bakal lebih keren.

Ok, sekarang kita masuk ke topik yang lebih serius. Are you ready?! [readers : Yes! I am!] Good job wkwkwkwkkkk
Kan gini ya, anak muda jaman sekarang tuh sukanya pada ngetrip-ngetrip gitu yakan? Tiap ada tanggal merah sama weekend tuh katanya “Ngtrip dulu lah,”
Nah bagi kamu-kamu yang *ngerasa wkwkwkk* hobi ngtrip, ke sana tuh cuman sekedar numpang foto-foto terus upload instagram apa gimana? Wkwkwkwkk
Enakan juga tuh ya, ngtrip sambil menggali sejarah dan kebudayaan daerah itu. Selain dapeat foto sama pengalam, lebih enakan lagi kalau dapat ilmu yang bermanfaat juga. Ibarat kata tuh sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui heheee.

 

Lombok terkenal dengan keindahan alamnya, traveler manapun pasti rasanya belum puas kalau belum datang ke Lombok. Selain keindahan alamnya, Lombok juga kaya akan kebudayaan yang menarik dan belum diketahui oleh banyak orang. Salah satu cerita Putri Mandalika yang begitu menarik. Yaitu kisah awal mulanya sebuah tradisi adat yang disebut Nyale.

 

SIMAK DULU CERITA MENARIK DI BAWAH INI!

 

Putri Mandalika

         Pada abad dan zaman yang tidak di ketahui pasti dalam sejarah menurut cerita, dahulu kala terdapat sebuah kerajaan di pantai selatan pulau Lombok yang bernama Sekar Muning dan rajanya bernama Raden Panji Kusuma yang mempunyai seorang putri bernama Putri Mandalika, seorang putri yang di lahirkan dari keluarga kerajaan memiliki kecantikan dan amat elok parasnya itu sudah terlihat dari kecil hingga ia tumbuh dewasa. Sang putri terlihat menawan, matanya yang jelita seperti bintang timur, garis-garis wajahnya ayu, rambutnya bagaikan mayang terurai. Sang putri tidak hanya memiliki kecantikan wajah, tetapi ia juga memiliki kecantikan batin, sifat-sifatnya yang baik, sopan, tutur bahasanya lembut dan ramah terhadap semua orang sehingga itulah yang membuat sang putri menjadi kebanggaan di mata rakyatnya.

Kecantikan putri mandalika mampu memikat semua pemuda di seluruh belahan bumi Lombok mabuk cinta, pemuda-pemuda berlomba untuk mendapatkan cinta sang putri tersohor itu dengan melamarnya sehingga sang putri tidak mampu berbuat banyak saat pemuda-pemuda yang berdatangan ratusan orang dari seluruh kerajaan di pulau lombok ingin meminangnya.

Setelah sekian lamanya sang putri terjebak dalam sebuah pilihan yang berat, akhirnya sang putri yang tidak ingin membuat perdebatan  dan permusuhan di antara pemuda karena dirinya itu memutuskan untuk mengundang semua pemuda yang ingin meminangnya dan tidak terlupakan juga rakyat-rakyat yang selalu mengagung-agungkan namanya itu. Semua undangan di suruh berkumpul di Pantai Kute. Waktunya mereka berkumpul di tentukan sendiri oleh sang putri, yakni tepatnya pada pagi buta sebelum adzan subuh berkumandang di seluruh penjuru bumi Lombok. Hingga tiba waktunya itu para tamu undangan hadir ribuan orang mulai dari anak-anak sampai kakek-kakek separuh baya dan para pemuda hadir berdatangan memenuhi pesisir pantai kuta untuk menyaksikanentukan sang putri menentukan sendiri siapa pilihan hatinya.

Waktu pun berlalu dengan diam, menanti kedatangan sang putri dengan sabar dan setia hingga seperti janjinya itu, sang putri datang dengan iringan-iringan perajurit yang selalu setia mengawalnya, tepatnya ketika langit mulai menjatuhkan selubung merahnya di ufuk timur, sang putri berjalan perlahan-lahan mendekati para tamu undangan dengan kawalan prajurit yang mengelilinginya. Akhirnya semua tamu undagan merasa terkejut dan lega ketika melihat sang putri datang membawa obat dahaga mereka dari pesona kecantikannya dengan memakai gaun yang indah terbuat dari kain sutera yang sangat halus menutupi tubuhnya yang memikat semua orang seperti bidadari yang turun dari langit sangkarnya.

Dan sampai pada saatnya sang putri naik dan berdiri di atas bukit “Seger, yang terletak tidak terlalu jauh dari Pantai Kute.” Di atas bukit itu  sang putri memandangi semua undangannya termasuk rakyatnya, dengan hati setengah puas sang puteri kemudian berpidato singkat kepada semua orang yang hadir di tempat itu, isi pidatonya sangat jelas dan padat, tidak lain seperti impiannya sang puteri hanya ingin melihat ketentraman tumbuh di atas bumi  pulau lombok antara sesama manusia, sehingga sang puteri mengajak seluruh masyrakat di pulau Lombok untuk menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan yang menjadi tombak dalam kehidupan di muka bumi tanpa adanya perselisihan dan perpecahan antara yang dapat mengotori keharmonisan ketentraman hidup di dunia ini, maka itulah sebabnya sang puteri menerima semua lamaran karena sang puteri ingin memberikan semua perhatiannya dan cintanya kepada semua orang.karena ia sangat yakin apabila ia menerima satu atau sebagian lamaran maka akan terjadi perselisihan hingga terjadi pertumpahan darah di pulau Lombok,tanah kelahiran yang sangat ia cintai.

Sementara mendengar perkataan sang puteri para pemuda yang melamarnya itu mulai bingung dan bertanya-tanya dalam benak mereka.di saat yang bersamaan para tamu undangan yang sangat kebingungan menafsirkan perkataan yang samar itu,hingga tidak pernah di duga sebelumnya tiba-tiba sang puteri mandalika yang berdiri di atas bukit dan di lindungi oleh kawalan perajuri,menjatuhkan dirinya ke laut yang gelap gulita tanpa adanya sinar yang terang di tempat itu,dalam hitungan sekejap sang puteri mandalika yang memiliki banyak harapan di mata rakyatnya itu hanyut di telan ombak di pantai kute.semua pemuda yang ingin meminangnya termasuk rakyatnya yang berada di tempat itu   bergegas ikut menjatuhkan diri mereka ke laut untuk menyelamatkan sang putri. Pada saat mereka sampai di laut, sang puteri mandalika hilang bagai di telan bumi.Tidak ada tanda-tanda sang puteri di tempat itu lagi.

Pada saat mereka berlama-lama bersama kebingungan dan kehawatiran akan sang puteri,tiba-tiba muncullah binatang kecil yang jumlahnya sangat banyak, binatang itu berbentuk cacing panjang dan masyarakt di sana menganggap bahwa binatang tersebut adalah jelmaan sang puteri, sehingga binatang tersebut di beri nama nyale, dan sampai saat ini binatang tersebut masih hidup dan menjadi pemburuan masyarakat di pulau Lombok yang menjadi tradisi setiap tahunnya dengan tujuan untuk mendapatkan perhatian dan cinta dari sang puteri yang sangat tersohor di seluruh pulau Lombok.bintang tersebut di kenal sebagi nyale, pada awalnya hanya terdapat di sekitar pesisir garis Pantai Kute, tetapi sekarang binatang itu dapat kita temukan di hampir semua pantai di pulau Lombok.

 

sumber cerita Putri Mandalika : http://tarmizi16.blogspot.co.id/2013/07/cerita-lengkap-putri-mandalika-lombok.html 

 

Bagaimana? Ceritanya begitu menarik bukan? Menurutku tak ada ruginya kita membaca dan mengenali budaya bangsa kita sendiri. Bukan hanya sekadar itu saja, tetapi cerita-cerita rakyat dari berbagai daerah juga kaya akan nilai-nilai luhur yang patut kita terapkan pada kehidupan sehari-hari.

 

Last, aku cuman mau ngingatin kalian semua bahwa sebagai generasi penerus bangsa ini, kita selayaknya melestarikan dan bangga terhadap budaya kita. Mau budaya milik Indonesia tercinta yang membanggakan ini direbut oleh bangsa lain? So, mari sama-sama menjadi generasi bangsa yang sadar akan budaya dan menjadi generasi yang bisa membangun negeri ini. Meskipun berbeda-beda Indonesia tetaplah satu, JAYALAH NEGERIKU, MAJULAH BANGSAKU!

Salam ABITA!
Merah Putih YAAAA!

Saya Lutfiatun Hasanah, terima kasih dan mohon maaf untuk kesoktahuan saya, ok?

ABDI, BINA, BANGSA SMANSAKA!

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s